Sedikit Sentilan

December 09, 2014

Untuk setiap percakapan yang terjadi, mau sesederhana apa percakapan itu, pasti akan ada sebuah at least nilai yang didapat. Sama halnya dengan malam ini. Saya baru saja tersentil oleh ucapan teman saya, teman baik bisa dibilang. 

"Dia tuh orangnya gimana sih, Nik? Paling baik ya di antara semuanya? Atau sama aja kayak yang lain? Jahat?"
"Ya nggak tau yah. Selama ini dia nggak jahat sama gue."
"Yaiyalah, Nik, siapa sih yang mau jahatin lo?"

Saya merasa tersentil, pernyataannya hanya bisa saya balas dengan sebuah senyuman tipis tertahan. Saya nggak bisa bales, saya nggak bisa jawab. 

Emangnya kenapa kok nggak ada yang mau jahatin saya?

Kalau dibilang saya sebaik itu sampai - sampai nggak ada yang mau jahatin saya, nggak mungkin. Saya nggak sebaik yang orang kira. Saya memang selalu berpikir bahwa di dunia ini saya harus berlaku baik dengan siapapun, berteman dengan siapa saja. Tapi bukan berarti saya percaya dengan semua orang. Jujur saja, pernyataan teman saya membuat saya merasa aman sekaligus was was. Aman karena kemungkinan orang lain jahat pada saya kecil, was was kalau - kalau saya lengah ketika orang lain akan jahat pada saya.

Atau, bisa saja tolak ukur kejahatan pada diri saya termasuk rendah? Apa yang dianggap orang lain jahat buat saya belum tentu? 

Atau, bisa saja saya sebenarnya sudah diperlakukan jahat tapi saya tidak sadar?

You Might Also Like

0 comments

Tell me what you think!