A Day: Jogja Trip

February 05, 2016

Setelah kemarin sempat pergi ke Bandung di liburan semester pertama bersama teman - teman SMA, lalu lanjut berlibur ke Cirebon dengan teman terbaik kala SMP di semester kedua (I will post the story soon, I promise!) Akhirnya gue bisa jalan - jalan lagi di semester ketiga! Hahaha, senang akhirnya rencana pergi ke Jogja terealisasi juga mekipun hanya satu hari saja berada di kota itu.

I believe that every one has at least one favorite city. A city where they can always go back. A city where they can spend their weekends. Or a city where they can reminisce every moments with their loved ones. Dan menurut gue, Jogja adalah salah satu kota favorit gue di samping Bandung. Kota yang memang memiliki daya tarik sendiri buat gue untuk selalu balik lagi dan lagi.

Sedari kecil gue udah sering ke Jogja, tapi sedihnya, cuma sekitaran Malioboro, UGM, atau rumah Bude di dekat Tugu, which is masih sekitaran Malioboro juga, hahaha. Pernah suatu kali berlibur ke Jogja dengan keluarga dan bosen kalau tempat tujuannya hanya itu - itu aja. Gue minta ke Papah kalau liburan kali ini mesti beda. Nggak boleh Malioboro, tapi situs - situs lain. Akhirnya gue memilih Taman Sari, Keraton Yogyakarta, dan daerah - daerah sekitar Taman Sari sebagai tujuan utama liburan kali itu. Dan siapa yang tahu? Bahwa liburan itu adalah liburan terakhir yang bisa gue lakukan bareng keluarga secara komplit.

Gue juga inget bagaimana gue berantem atau debat dengan Papah di dekat persimpangan Tugu Jogja karena gue nggak mau jalan dari sana ke hotel. "Aku maunya naik becak! Pokoknya nggak mau jalan!" Di situ, kita kondisinya udah sama - sama capek karena jalan dan ya itu malam hari. Tapi namanya juga anak kecil, bikin repot aja bisanya. (By the way, Pah, maafin aku. Anakmu ini ngerepotin ya? Padahal itu hotelnya juga setempongan jalan.)

Well, recalling the good old times is always nice. But today, I will not tell you about how I spent my holiday with my family back then, I will tell you about this Jogja trip with my college buddies in Semarang. A bunch of people whom I always want to return over and over. 

Mungkin satu hari bukanlah waktu yang cukup untuk menjelajah kota Jogja, tapi apa daya, gue yang memang dikejar oleh waktu hanya bisa berjalan - jalan selama satu hari saja. Sedangkan teman - teman gue yang lain menghabiskan waktunya di Jogja selama dua hari.

Kita berangkat dari Semarang pada malam hari sebelum hari jalan - jalan, mungkin sekitar jam 9 atau jam 10. We went there by a car. Memang rencananya ingin menginap dulu semalam di kosan milik teman kami yang belum disewakan. Mumpung belum ada penghuninya, jadi kita huni semalam dulu deh, yeay! Anyway, bagi yang butuh kos - kosan di Jogja, bisa loh untuk take a look at Griya Cita di Jalan Kamboja III No 118 daerah Condong Catur (If you need a number to be contacted, just comment this post and I will give you a personal message!). Oh iya, ini kost khusus putri aja yah.

Ada tiga destinasi yang udah dirancang pada jalan - jalan kali ini, dan senangnya gue, nggak ada satu pun lokasi yang udah pernah gue datengin! Hahaha, literally happy. Destinasi pertama kita adalah House of Raminten. Kita sampai di sana sekitar jam setengah dua siang. Kok siang banget baru mulai jalan - jalannya? Iya, we were so tired. Secara sampai di Jogja juga udah malem banget dan akhirnya bangun kesiangan, belum lagi ditambah kita yang masih harus mengerjakan satu UAS take home yang deadlinenya pagi itu. The struggle is real, darling! Tapi nggak papa, semua terbayar kan puas dengan liburan singkat kali ini.

Di House of Raminten gue pesan Mie Godhog dan minumnya gue lupa apa, hahaha. Namanya dibuat aneh jadi sulit untuk mengingat. Untuk harga ya lumayan lah ya, nggak terlalu mahal dan masih terjangkau juga untuk mahasiswa. All worth it. Makanannya juga enak dan yang jelas, tempatnya bikin betah! Super comfy and refreshing with all greens and nice surroundings. 

Baru sampai and we were too knocked to take photos, except her! Hahaha.
Can't resist the greens and interior.
Super refreshing!
Oh my god, the greenies!
Mie Godhog
One of my friend's order.
Om nom nom.
Bukan Maba Lagi
The A Team! Hahaha.

Lalu destinasi yang kedua adalah Gumuk Pasir! Salah satu alasan kenapa kita pengen banget ke sini adalah karena melihat banyak sekali foto - foto di Instagram tentang Gumuk Pasir yang memang bagus. Apalagi ditambah tempat ini pernah dijadikan lokasi untuk syuting salah satu video klip HiVi!

Saat pertama gue sampai di lokasi, gue langsung kepikiran Pasir Berbisiknya Bromo. Lumayan mirip. Gue pernah ke sana bareng keluarga kalau nggak salah tahun 2013. But well, Pasir Berbisik is way much better than this. Cuma keuntungannya ya ini dekat sekali dengan Pantai Parangtritis, dan kalau nggak salah nggak bayar? Lupa, I'm sorry. Karena ini literally di pinggir jalan dan semacam public space yang orang - orang bisa dengan leluasa untuk masuk dan bertandang. Mungkin dari awal tempat ini nggak didesain sebagai tempat wisata, tapi who knows mungkin aja nanti ke depannya semakin baik lokasinya. Untuk luasnya, bisa dibilang ini cukup luas. Ada spot - spot tertentu yang memang bagus sebagai spot foto dan bermain. Sayangnya lokasi yang kita singgahi, dibandingkan lokasi Gumuk Pasir lain, kurang begitu bagus. Ada beberapa "pintu" masuk Gumuk Pasir yang langsung ke spot oke, yaitu spot untuk sandboarding.

Oh iya, untuk dapat sampai puncak Gumuk Pasir (yes, ini macem mendaki, Sob) dibutuhkan ekstra hati - hati. Tapi jangan khawatir, puncaknya nggak tinggi kok. Cuma karena semua pasir jadi bisa disimpulkan akan sulit untuk mendaki, rata - rata pada lepas sepatu atau sandal; biar nggak nyangkut di pasir, hahaha. But overall, the place is nice and okay. Bagus juga untuk foto ala - ala siluet!

Kondisi Gumuk Pasir, sebenernya masih luas ke sananya
Waiting for a sun sets
The Girls!
The most favorite!
The Greenies; pemandangan yang dapat dilihat di sekitar Gumuk Pasir
The Boys!

Nah, karena kita tau Gumuk Pasir lokasinya dekat dengan Pantai Parangtritis, akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke sana sebagai destinasi ketiga. Sebenarnya udah direncanain sih, hahaha. Memilih satu lokasi wisata karena dekat dengan lokasi wisata yang lain #tips! Sejujurnya gue belum pernah ke sini, padahal bisa dibilang ini pantai yang overrated. Tapi tetap aja baru buat gue.

Waktu gue datang ke sini, gue sama sekali nggak bawa ekspektasi apapun. Orang banyak bilang kalau ini pantai yang kurang bagus, nggak terawat maupun terurus. Pas gue sampai sana, ya benar, sampah jelas ada (as you can see on my photos below) Tapi tetap aja, pantai, laut, dan sunset selalu memberikan cerita sendiri. They are all fascinating and magical. Mau seberapa kurang bagus lokasinya. Pertama kali menginjakkan kaki di sana, gue langsung terpesona sama kolam renang kecil yang ada. Kayak.. Lucu aja? The design really catches my eyes, mana ada bathup segala hahaha.

This little cutie
Really catch my eyes
The prices
You see? The trashes
Ramai pengunjung
The center
Sun sets
The feeling of scrunching sand in your feet
"Even the ocean waves take their hellos to the people all the time"
The two
He was trying to take a best shot

The cold and sparkling orange of the sea
Beranjak pulang tak lupa cuci kaki

And that is all for this mini Jogja trip! Doakan semoga setiap semesternya gue selalu bisa jalan - jalan ke mana aja, terutama ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Yash!

You Might Also Like

0 comments

Tell me what you think!